Truong Son Construction Corporation, salah satu badan usaha konstruksi utama di bawah Kementerian Pertahanan Vietnam, terus memperkuat posisinya dalam pembangunan infrastruktur nasional. Perusahaan yang telah menggarap berbagai proyek strategis mulai dari jalan tol Trans-Vietnam hingga bandara dan pelabuhan ini memproyeksikan pendapatan fantastis. Pada tahun 2025, pendapatan Truong Son diperkirakan menembus 20 triliun VND, dengan target ambisius mencapai 50 triliun VND atau setara 2 miliar USD pada tahun 2026.
Kendati banyak kontraktor domestik telah membuktikan taji mereka lewat proyek-proyek berskala masif, industri konstruksi Vietnam dinilai masih menghadapi satu celah besar. Hingga saat ini, negara tersebut belum memiliki sistem evaluasi dan pemeringkatan kontraktor yang sistematis serta objektif. Ketiadaan standardisasi ini menghambat pemetaan potensi riil pelaku industri konstruksi setempat.
Kolonel Nguyen Tuan Anh, salah satu pimpinan Truong Son Corporation, menekankan urgensi adanya mekanisme klasifikasi kemampuan yang jelas. Menurutnya, program penilaian yang diinisiasi oleh Asosiasi Kontraktor Konstruksi Vietnam akan menjadi katalisator iklim persaingan yang sehat dan transparan. Langkah ini juga diyakini dapat mempermudah instansi pemerintah dalam menyeleksi kontraktor yang tepat untuk proyek-proyek strategis nasional.
Untuk memastikan objektivitas, sistem evaluasi ini disarankan merujuk pada indikator kuantitatif seperti skala bisnis—metode yang telah lama diterapkan oleh negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Selain ukuran finansial dan pengalaman portofolio, aspek non-teknis seperti kesejahteraan pekerja, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta kontribusi pada proyek pertahanan negara juga patut dipertimbangkan.
Di sisi lain, industri konstruksi Vietnam saat ini masih dibayangi tantangan logistik, terutama kelangkaan bahan baku seperti pasir, batu, dan tanah urukan untuk proyek transportasi. Meski demikian, respons cepat pemerintah melalui penyederhanaan izin tambang dan pemberian mekanisme khusus diharapkan mampu memecah kebuntuan rantai pasok tersebut.
Menatap masa depan, Truong Son Corporation berencana melakukan ekspansi ke sektor teknologi tinggi, termasuk proyek kereta cepat dan kereta perkotaan. Dengan visi jangka panjang tersebut, kolaborasi internasional kini dibidik guna meningkatkan kapabilitas teknis sekaligus membawa merek konstruksi Vietnam bersaing di kancah global.