Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyoroti kinerja sejumlah lurah di wilayahnya yang dinilai belum optimal dalam menyelenggarakan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kekecewaan ini didasarkan pada temuan di lapangan mengenai adanya aparatur wilayah yang tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Munafri mengungkapkan adanya disparitas masalah kinerja di tingkat kelurahan. Di satu sisi, terdapat lurah yang mengalami kendala kesehatan fisik sehingga menghambat efektivitas kerja. Terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk mencari solusi terbaik demi kelancaran pelayanan warga.

Di sisi lain, ia juga menyoroti oknum lurah dalam kondisi sehat yang justru dinilai tidak memiliki motivasi kerja, bahkan kedapatan menghabiskan waktu kerja di warung kopi ketimbang berada di kantor kelurahan. Masalah disiplin ini menjadi perhatian serius untuk segera dibenahi melalui evaluasi faktual di lapangan.

Guna mengatasi persoalan ini, Pemerintah Kota Makassar tengah merancang sistem pengawasan terukur. Melalui sistem ini, kinerja aparatur di tingkat kelurahan tidak lagi hanya dinilai berdasarkan laporan administratif di atas kertas, melainkan pembuktian langsung atas penyelesaian masalah di tengah masyarakat.