Universitas Teuku Umar (UTU) melalui Himpunan Mahasiswa Kesehatan dan Keselamatan Kerja (HIMAK3) berkolaborasi dengan PLN NP UP Nagan Raya untuk mengatasi permasalahan krisis air bersih di Desa Kuala Bubon. Langkah strategis ini diawali dengan pertemuan audiensi yang digelar di Kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU guna membahas keberlanjutan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan mahasiswa memaparkan proposal penerapan teknologi tepat guna berupa metode aerator venturi. Inovasi ini dirancang khusus untuk memperbaiki kualitas air di wilayah Kuala Bubon yang selama ini dikeluhkan warga setempat karena tidak layak dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.
Dosen pembimbing PPK Ormawa HIMAK3 UTU, Dr. Wintah, M.Si., menjelaskan bahwa metode aerator venturi menggabungkan proses aerasi dengan sistem penyaringan fisik. Filtrasi tersebut memanfaatkan perpaduan material seperti pasir silika, karbon aktif, zeolit, magnesium, dan ijuk, sehingga menghasilkan sistem pengolahan air bersih yang sederhana namun dinilai sangat efektif.
Manajemen PLN NP UP Nagan Raya menyambut positif inisiatif tersebut karena memiliki dampak sosial yang nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Asisten Manajer Business Support PLN NP UP Nagan Raya, Muhammad Khoirul Harahap, menyatakan ketertarikannya untuk membahas lebih lanjut program ini agar dapat segera diimplementasikan secara berkelanjutan.
Sebagai langkah lanjutan, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pembahasan teknis guna mematangkan skema kemitraan. Kolaborasi antara sektor akademisi dan industri ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengabdian mahasiswa sekaligus menghadirkan solusi penyediaan air bersih jangka panjang bagi warga Kuala Bubon.