Universitas Dian Nusantara (Undira) bersama Universitas Mercu Buana (UMB) memperkuat kolaborasi strategis dalam Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyerahan peralatan teknologi tepat guna kepada masyarakat setempat, sebagai upaya konkret dalam memecahkan persoalan lingkungan dan ekonomi desa.

Ketua Tim Program PDB Universitas Mercu Buana, Desiana Vidayanti, mengungkapkan bahwa bantuan peralatan ini merupakan implementasi dari sistem yang telah dirancang bersama warga sejak April 2026. Bantuan tersebut ditargetkan bagi Karang Taruna untuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta kelompok usaha di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan produktivitas pangan lokal berbasis singkong dan kelor.

Desa Pondok Kelor dipilih sebagai target program karena menghadapi tantangan serius dalam manajemen limbah rumah tangga. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan mengembalikan kejayaan tanaman kelor yang selama ini menjadi identitas desa namun kian langka akibat perubahan tata guna lahan. Melalui pendampingan lintas disiplin, masyarakat diberikan edukasi mengenai manajemen usaha, literasi keuangan, hingga teknik produksi pangan yang higienis.

Anggota tim program dari Undira, Sri Hesti, menekankan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, sementara keberlanjutan program sepenuhnya bergantung pada partisipasi aktif warga. Kepala Desa Pondok Kelor, Junaedi, menyambut positif kolaborasi tersebut, mengingat bantuan ini memberikan solusi nyata bagi kebutuhan mendasar desa dalam mengelola lingkungan serta membangkitkan potensi ekonomi lokal.

Program pemberdayaan yang didanai oleh Kemendiktisaintek ini dirancang untuk jangka panjang selama tiga tahun. Tahun pertama difokuskan pada pembangunan fondasi sistem, disusul penguatan operasional pada tahun kedua, hingga target kemandirian kelembagaan pada tahun ketiga agar model pemberdayaan ini dapat menjadi contoh bagi wilayah peri-urban lainnya di Indonesia.