Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah resmi menjalin kolaborasi dengan Konfederasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (KN Pordasi) untuk memaksimalkan potensi Lapangan Pacu Kuda H.M. Hasan Gayo. Langkah strategis ini bertujuan menjadikan arena legendaris tersebut sebagai pusat pembinaan olahraga berkuda sekaligus penggerak sektor industri olahraga regional.
Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan formal yang dihadiri Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, Ketua Presidium KN Pordasi Triwatty Marciano, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, serta Ketua Umum KONI Aceh Pon Yaya di Pendopo Bupati Aceh Tengah pada akhir Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas langkah konkret pengelolaan fasilitas pasca-Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024.
Triwatty Marciano menjelaskan bahwa optimalisasi arena ini diproyeksikan mampu memicu pertumbuhan sport industry dan sport tourism di Aceh Tengah. Dampak positifnya diharapkan langsung menyentuh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat serta para peternak kuda yang menjadi pilar penting ekosistem olahraga ini.
Lapangan H.M. Hasan Gayo dinilai memiliki spesifikasi mumpuni. Selain difungsikan untuk balapan tradisional (Pacu Kuda), fasilitas ini akan dikembangkan agar memenuhi standar internasional untuk disiplin berkuda memanah (horseback archery). Diversifikasi fungsi ini diharapkan meningkatkan produktivitas pemakaian fasilitas olahraga tersebut secara berkelanjutan.
Sinergi ini tidak hanya fokus pada pencapaian prestasi olahraga, tetapi juga melestarikan tradisi berkuda yang telah mengakar kuat dalam kebudayaan masyarakat Gayo. Melalui tata kelola yang terintegrasi, kedua belah pihak optimistis Aceh Tengah dapat menjadi episentrum baru bagi perkembangan olahraga berkuda di tanah air.