Kepolisian Sektor Tambun Selatan menerima kunjungan dari Dewan Pimpinan Pusat Forum Remaja dan Mahasiswa Indonesia (DPP FORMASI) untuk membahas berbagai isu krusial di wilayah tersebut. Pertemuan ini memfokuskan perhatian pada pengawasan ketat tempat hiburan malam, penanganan tawuran remaja, serta pencegahan peredaran gelap narkoba demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan FORMASI menyampaikan aspirasi dari masyarakat terkait operasional tempat hiburan malam di kawasan Tambun Selatan. Organisasi pemuda ini mendesak aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan agar aktivitas usaha hiburan tetap mematuhi regulasi yang berlaku dan tidak disalahgunakan untuk transaksi narkotika serta peredaran minuman keras ilegal.

Selain masalah hiburan malam, fenomena tawuran antar-remaja yang masih kerap terjadi turut menjadi sorotan utama. Ketua Umum FORMASI, Tri Handito, menegaskan bahwa keselamatan serta masa depan generasi muda harus dilindungi melalui langkah-langkah preventif yang konkret, kolaboratif, dan berkelanjutan.

"Kami berkomitmen mendukung penuh langkah kepolisian dalam menjaga ketertiban. Pengawasan tempat hiburan malam harus dimaksimalkan, dan upaya mitigasi tawuran serta narkoba perlu diperkuat lewat edukasi terintegrasi. Generasi muda adalah aset masa depan yang harus kita selamatkan bersama," ujar Tri Handito.

Wakapolsek Tambun Selatan, AKP Dr. Kukuh Setio Utomo, menyambut positif inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh DPP FORMASI. Pihak kepolisian sepakat bahwa penyelesaian masalah sosial remaja memerlukan sinergi lintas sektoral, termasuk pelibatan aktif organisasi kepemudaan.

Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, kedua belah pihak merencanakan kolaborasi dalam bentuk program sosialisasi hukum, kampanye anti-tawuran di sekolah-sekolah, dan edukasi bahaya narkoba guna mewujudkan lingkungan Tambun Selatan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang pemuda.