Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi mengukuhkan lima profesor riset baru dari berbagai disiplin ilmu strategis. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya nyata memperkuat kontribusi riset nasional dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Upacara pengukuhan tersebut berlangsung dalam Sidang Terbuka Orasi Ilmiah Profesor Riset di Jakarta.
Kelima profesor yang dilantik mengemban kepakaran di bidang masing-masing. Mereka adalah Johnny Walker Situmorang dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan; Hidayat dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air; serta Tri Marwati dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan. Selain itu, terdapat pula Umi Muawanah dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan, serta Wahyu Pudji Nugraheni dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa para profesor riset harus mampu menjadi teladan bagi ekosistem periset nasional, terutama dalam menavigasi perubahan zaman yang begitu cepat. Menurutnya, gelar akademik tertinggi dan pengalaman riset yang matang memposisikan mereka sebagai pemimpin tingkat tiga dan empat, yakni figur yang mampu menggerakkan perubahan dan merancang masa depan berbasis imajinasi ilmiah.
Arif juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang dinamis. BRIN sendiri telah menyusun Peta Jalan Riset Nasional hingga tahun 2035 untuk mengantisipasi kepunahan industri akibat ketergantungan pada teknologi lama yang rentan usang. Oleh karena itu, riset-riset masa depan diharapkan dapat melahirkan terobosan teknologi baru yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
Di akhir penyampaiannya, Kepala BRIN berharap para akademisi senior ini tidak sekadar menginspirasi lewat kata-kata, melainkan melalui karya nyata yang konkret. Karya-karya tersebut diharapkan mampu memotivasi generasi penerus untuk berkontribusi secara nyata demi kemajuan bangsa dan kemaslahatan masyarakat luas.