Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) secara resmi memperkenalkan pembaruan sistem layanan terintegrasi sekaligus mengumumkan jajaran kepengurusan baru untuk periode 2025–2030. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat konsolidasi industri perhotelan dan restoran di tanah air, sekaligus mempercepat digitalisasi sektor pariwisata nasional.

Dalam transformasi digital ini, PHRI menghadirkan berbagai platform digital, mulai dari pemesanan akomodasi dan restoran mitra, direktori lembaga pendidikan pariwisata, hingga dasbor khusus auditor untuk klasifikasi usaha. Selain memudahkan konsumen, sistem ini dirancang untuk memantau kualitas pelayanan industri hospitality secara berkala dan transparan.

Tidak hanya fokus pada bisnis, asosiasi yang berdiri sejak 9 Februari 1969 ini juga memperkuat database keanggotaan melalui integrasi dasbor Badan Pimpinan Pusat (BPP) dan Badan Pimpinan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi program kerja serta penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat.

Dengan sekretariat pusat yang bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, kepengurusan PHRI periode 2025–2030 yang terdiri dari Dewan Pembina, Penasihat, dan pelaksana kebijakan berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor demi kemajuan pariwisata Indonesia.