Pagelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali sukses diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai langkah nyata dalam memperkuat posisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing" serta mengusung filosofi bahasa Aceh #Beudaya Meusa-Re-Sare yang berarti berdaya bersama-sama, ajang ini berupaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan target tersebut, Bank Indonesia berkolaborasi erat dengan 27 kementerian dan 34 mitra strategis. Sinergi berskala besar ini melibatkan sedikitnya 560 pelaku usaha secara luring dan 1.300 UMKM secara daring. Fokus utama dari kemitraan ini difokuskan pada pemanfaatan inovasi digital, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan jejaring bisnis demi mendorong daya saing produk lokal.

Upaya tersebut membuahkan hasil manis dengan melonjaknya nilai transaksi penjualan KKI 2026 sebesar 35 persen dibanding gelaran tahun lalu, hingga mencapai Rp170,7 miliar. Prestasi ini diperkuat dengan keberhasilan program temu bisnis (business matching) ekspor yang membukukan komitmen senilai Rp169,9 miliar, mempertemukan 192 UMKM dengan para pembeli potensial dari 16 negara.

Selain akses pasar global, aspek permodalan juga menunjukkan performa impresif lewat capaian kesepakatan pembiayaan senilai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dari rata-rata tiga tahun terakhir. Berbagai produk kreatif unggulan dipamerkan dalam ajang ini, mulai dari kuliner, dekorasi rumah, kain tradisional (wastra), hingga busana siap pakai. Salah satu daya tarik utama adalah jenama Sakombu asal Minangkabau yang sukses memadukan kerajinan anyaman tradisional dengan sentuhan desain modern yang modis.