Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan keterkejutannya atas pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang mengisyaratkan kemungkinan adanya percepatan agenda politik sebelum Pemilu 2029. Pernyataan yang disampaikan di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut dinilai berpotensi memicu kegaduhan jika tidak segera diluruskan.
Doli mengungkapkan kelegaannya setelah Budi Arie segera memberikan klarifikasi atas ucapan tersebut. Menurutnya, tanpa penjelasan cepat, opini publik dapat liar dan berkembang menjadi berbagai spekulasi politik yang ekstrem, termasuk isu makar, kudeta, hingga pelanggaran terhadap konstitusi negara.
Sebagai negara hukum yang berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945, Doli menegaskan bahwa masa kepemimpinan presiden selama lima tahun adalah aturan mutlak yang harus dihormati. Ia mengingatkan semua pihak agar tetap setia pada koridor hukum tertinggi yang berlaku di Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lebih lanjut, Golkar menyatakan komitmen penuh untuk berada di garda terdepan dalam menjaga konstitusi. Partai berlambang pohon beringin ini menegaskan posisinya untuk terus mengawal dan menyukseskan jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.
Terakhir, Doli mengimbau seluruh elite dan pelaku politik untuk tetap konsisten pada jalur demokrasi yang telah disepakati bersama. Ia menyarankan agar fokus saat ini diarahkan untuk membantu pemerintah mengatasi berbagai tantangan bangsa, sementara agenda politik praktis berikutnya sebaiknya ditangguhkan hingga tahun 2029.