Penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi imersif kini melangkah keluar dari laboratorium riset untuk langsung menjawab tantangan nyata tata kota modern. Komitmen ini digaungkan dalam Konferensi Ilmiah Internasional tentang Ketahanan melalui Teknologi dan Desain (RTD 2026) yang diinisiasi oleh Universitas Ekonomi Kota Ho Chi Minh (UEH) bersama sejumlah mitra global. Bertajuk "FutureScape - Merancang Masa Depan", forum ilmiah ini memproyeksikan integrasi teknologi canggih dalam pembangunan kota cerdas yang tangguh dan berkelanjutan.

Diselenggarakan pertengahan Juli, agenda internasional ini mempertemukan lebih dari 80 pakar terkemuka dari 30 organisasi, korporasi, dan institusi akademik lintas negara. Menariknya, rangkaian 140 kegiatan ilmiah dan pameran interaktif ini tidak hanya berpusat di Kota Ho Chi Minh saja, melainkan tersebar di tiga koridor strategis termasuk wilayah Delta Mekong dan Nha Trang. Langkah ini bertujuan membangun jaringan kolaboratif yang solid antara inovator, pembuat kebijakan, dan masyarakat lokal.

Salah satu terobosan paling konkret yang dipamerkan adalah robot laut bertenaga AI yang dirancang khusus untuk kawasan pesisir. Mengandalkan database lebih dari 6.500 pasang citra bawah air, sistem robotik ini mampu memetakan ruang tiga dimensi (3D) serta mengidentifikasi objek bawah laut dengan tingkat akurasi mencapai 90,4 persen. Inovasi ini diproyeksikan menjadi pilar penting dalam pemantauan ekosistem laut, pengawasan infrastruktur pantai, optimalisasi budidaya perikanan, hingga sistem peringatan dini bencana pesisir.

Selain teknologi fisik, pemanfaatan Model Bahasa Besar (LLM) berbasis AI turut diperkenalkan untuk menciptakan ruang digital imersif yang dapat diaplikasikan pada sektor pendidikan, hiburan, dan industri kreatif. Para pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan prototipe masa depan melalui pameran "FutureScape Showcase", sebuah ruang ArtTech yang memadukan keindahan seni dengan fungsionalitas teknologi modern secara multisensorik.

Direktur UEH, Profesor Madya Bui Quang Hung, menegaskan bahwa RTD 2026 bukan sekadar pameran teori ilmiah. Forum ini dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan langsung antara hasil riset akademis dengan kebutuhan industri dan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Langkah taktis ini sekaligus menyelaraskan diri dengan visi strategis nasional dalam menjadikan sains dan teknologi sebagai penggerak utama kemajuan bangsa di era baru.