Rangkaian prosesi penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, mencapai puncaknya pada Kamis (9/7/2026). Peti jenazah Khamenei tiba di kota kelahirannya, Mashhad, setelah diterbangkan dari Irak dengan pengawalan ketat jet tempur militer Iran.
Kedatangan jenazah di bandara Mashhad menggunakan pesawat maskapai Mahan Air menandai akhir dari perjalanan panjang seremoni pemakaman yang melintasi berbagai kota suci, baik di Iran maupun Irak, termasuk Najaf dan Karbala. Selain jenazah Khamenei, turut dipulangkan pula jenazah anggota keluarganya yang menjadi korban dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Diperkirakan sekitar 15 juta orang memadati kota Mashhad untuk memberikan penghormatan terakhir. Gubernur Mashhad, Hassan Hosseini, menyatakan bahwa meski sempat terjadi penundaan jadwal akibat keterlambatan prosesi di Irak, upacara pemakaman dijadwalkan terlaksana di kompleks Makam Imam Reza pada Kamis malam.
Lokasi pemakaman ini dipilih sesuai dengan wasiat mendiang Khamenei. Ia akan dikebumikan di kompleks yang dianggap paling suci di Iran tersebut, bersama dengan anggota keluarganya yang wafat dalam serangan udara awal perang empat bulan silam. Kompleks ini juga menjadi peristirahatan terakhir bagi sejumlah tokoh besar Iran, termasuk mantan Presiden Ebrahim Raisi.
Upacara pemakaman ini berlangsung di tengah situasi geopolitik yang kian genting. Di saat yang sama, Iran kembali terlibat konfrontasi militer dengan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memberikan peringatan keras akan serangan yang lebih masif jika Iran terus melakukan aksi di Selat Hormuz, menambah ketegangan di tengah suasana duka mendalam yang menyelimuti negara tersebut.