Pasar keuangan global dan domestik bersiap menghadapi pekan krusial pada periode 3 hingga 7 Agustus 2026. Laju pasar pekan ini akan sangat dipengaruhi oleh rilis data ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Jumat mendatang. Data ini menjadi indikator vital bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed), di mana performa pasar tenaga kerja yang terlalu kuat berisiko menunda pemangkasan suku bunga acuan pada September mendatang.
Kondisi ekonomi regional turut tertekan oleh kontraksi aktivitas manufaktur Caixin China yang berada di bawah level 50, memicu penantian pelaku pasar terhadap stimulus baru dari Beijing. Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah adanya gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Situasi ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah global dan inflasi di negara-negara importir energi. Di tengah ketidakpastian tersebut, emas masih menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan ketahanan dengan menguat 0,59 persen ke kisaran 6.241 hingga 6.249 pada pembukaan perdagangan Senin (3/8). Performa positif ini ditopang oleh solidnya laporan laba emiten domestik semester I-2026 serta kembalinya aliran modal asing. Pekan ini juga ditandai dengan pemberlakuan rebalancing indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 oleh Bursa Efek Indonesia. Kendati demikian, ruang penguatan IHSG diperkirakan terbatas akibat ketidakpastian terkait suksesor Gubernur Bank Indonesia menyusul mundurnya Perry Warjiyo.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,49 persen seiring dengan melemahnya indeks dolar AS. Namun, posisi rupiah tetap rentan terhadap potensi lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury jika data NFP AS melampaui ekspektasi. Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dalam tren konsolidasi positif cenderung bullish dengan rentang support di level 6.180 hingga 6.200 dan resistance pada kisaran 6.290 hingga 6.340. Sektor bahan baku, teknologi, dan barang konsumsi diprediksi menjadi motor penggerak utama pasar pekan ini.