Produsen alat berat terkemuka, Deere, berhasil mencatatkan kinerja kuartal ketiga yang stabil berkat sokongan dari sektor konstruksi. Kenaikan permintaan mesin konstruksi ini berhasil menutupi penurunan signifikan yang terjadi pada lini bisnis utama mereka, yaitu traktor dan peralatan pertanian skala besar.

Peralihan penopang pendapatan ini dipicu oleh maraknya pembangunan proyek infrastruktur global dan ekspansi pusat data (data center). Kebutuhan akan alat berat untuk mempersiapkan lahan dan membangun fasilitas digital tersebut mengalami lonjakan pesat, kontras dengan sektor pertanian yang masih dibayangi kelesuan pasar.

Meskipun penjualan traktor pertanian tradisional mengalami pelemahan akibat penurunan pendapatan petani di beberapa wilayah, diversifikasi produk Deere ke sektor konstruksi terbukti menjadi strategi penyelamat. Pergeseran tren pasar ini menunjukkan dinamika baru di mana pembangunan infrastruktur digital kini turut memengaruhi industri alat berat global.