Samsung SDS bersiap memperluas jangkauan bisnisnya di sektor teknologi finansial dengan menargetkan pasar infrastruktur aset digital di Korea Selatan. Perusahaan layanan teknologi informasi (TI) ini berkolaborasi dengan Dunamu, entitas di balik bursa mata uang kripto terbesar di negara tersebut, Upbit, guna mengintegrasikan layanan komputasi awan (cloud) dan keamanan siber dengan keahlian blockchain.

Rencana ekspansi ini dipaparkan langsung oleh Presiden dan CEO Samsung SDS, Lee Jun-hee, dalam konferensi laporan keuangan kuartal kedua 2026. Lee menjelaskan bahwa langkah ini diperkuat oleh investasi strategis konsorsium Samsung yang mengakuisisi empat persen saham Dunamu pada Mei lalu, yang bertujuan untuk memperkokoh posisi perusahaan dalam ekosistem aset digital yang tengah berkembang pesat.

Menurut Lee, Samsung SDS tidak memulai proyek ini dari awal. Sebelumnya, anak usaha raksasa teknologi Samsung ini telah terlibat aktif dalam pengembangan platform sekuritas yang ditokenisasi bersama Korea Securities Depository. Selain itu, mereka telah sukses melakukan validasi komprehensif untuk seluruh siklus transaksi stablecoin—mulai dari penerbitan hingga penyelesaian—bersama beberapa lembaga keuangan domestik.

Alih-alih meluncurkan layanan transaksi kripto yang menyasar konsumen ritel secara langsung, Samsung SDS lebih memilih fokus menyediakan fondasi infrastruktur tingkat perusahaan (enterprise). Fokus strategis ini berjalan beriringan dengan langkah pemerintah Korea Selatan yang saat ini tengah merumuskan kerangka regulasi komprehensif terkait penerbitan aset digital dan stablecoin.

Selain fokus pada blockchain, Samsung SDS juga memproyeksikan pertumbuhan teknologi jangka panjang lainnya, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan robotika. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas infrastruktur AI miliknya secara signifikan, dari yang saat ini sebesar 110 megawatt menjadi 230 megawatt pada tahun 2029, dan diproyeksikan menembus angka 800 megawatt pada tahun 2031 demi menopang pertumbuhan bisnis komputasi awan global mereka.