Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng mengambil langkah nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pihak dinas menyelenggarakan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining kanker serviks, serta edukasi mengenai pentingnya vaksin Human Papillomavirus (HPV).

Kegiatan sosial ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, bertempat di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja. Upaya kolektif ini diharapkan mampu mendekatkan akses pelayanan promotif dan preventif secara langsung kepada masyarakat luas secara cuma-cuma.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendorong kesadaran warga agar lebih peduli terhadap kondisi fisik mereka sebelum jatuh sakit. Mengingat kanker serviks merupakan salah satu penyakit dengan fatalitas tinggi pada perempuan di Indonesia, pemeriksaan sejak dini menjadi kunci krusial untuk menekan angka kematian akibat infeksi virus HPV.

Selain fokus pada penanganan kanker leher rahim, Dinkes Buleleng juga berupaya mendongkrak capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah tersebut. Saat ini, kepesertaan program skrining penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi di Buleleng baru menyentuh angka 46 persen dari total populasi yang mencapai lebih dari 830 ribu jiwa.

Guna menyukseskan jalannya pemeriksaan massal ini, Dinkes Buleleng mengerahkan tenaga medis dari Puskesmas Buleleng I, II, III, serta Puskesmas Sukasada I. Penyelenggara menargetkan minimal 500 warga dapat memanfaatkan momentum ini untuk memeriksakan kesehatan mereka secara menyeluruh.

Di samping itu, program pencegahan juga dioptimalkan melalui perluasan cakupan imunisasi HPV dalam Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sasaran penerima vaksin kini tidak hanya menyasar anak perempuan saja, melainkan juga menyertakan anak laki-laki demi proteksi kelompok yang lebih solid di masa depan.