Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings resmi mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Republik Indonesia pada level BBB dengan prospek (outlook) yang stabil. Keputusan ini mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat global tersebut terhadap prospek pemulihan ekonomi serta ketahanan makroekonomi domestik yang dinilai tetap terjaga baik.
Selain merilis penilaian peringkat utang, S&P Global juga memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lembaga finansial global ini memperkirakan produk domestik bruto (PDB) nasional akan tumbuh di kisaran 5,1 persen pada tahun 2026. Angka proyeksi tersebut menunjukkan optimisme moderat terhadap stabilitas konsumsi dalam negeri ditengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global.
Status peringkat utang yang bertahan di level investasi (investment grade) ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar global sekaligus menegaskan kredibilitas kebijakan fiskal pemerintah Indonesia. Kendati demikian, pemerintah dinilai tetap perlu mewaspadai berbagai risiko eksternal dan menjaga disiplin anggaran agar momentum pertumbuhan tetap berkelanjutan.