Jakarta — Di balik padatnya agenda memimpin ibu kota negara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo ternyata memiliki disiplin tinggi dalam menjaga kebugaran tubuh. Orang nomor satu di Jakarta itu mengungkapkan bahwa ia rutin berlari sejauh 10 kilometer setiap pekan dan bersepeda minimal 60 kilometer setiap hari Sabtu sebagai bagian dari gaya hidupnya menjaga keseimbangan fisik dan mental.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta pada Jumat (26/6/2026). Menurutnya, kebiasaan berolahraga menjadi kebutuhan mutlak mengingat kompleksitas persoalan Jakarta yang menuntut kondisi pikiran tetap jernih. "Setiap minggu pasti saya mencoba untuk bergerak agar pikirannya sehat, karena Jakarta ini begitu kompleksnya," tuturnya.
Pramono juga menceritakan bahwa ia turut ambil bagian dalam ajang Jakarta International Marathon dengan menempuh jarak 10 kilometer. Selain berlari, mantan Sekretaris Kabinet era Presiden Joko Widodo itu juga menekuni olahraga bersepeda dengan menggunakan sepeda balap atau road bike. Ia bahkan dengan penuh percaya diri menyatakan mampu bersaing dengan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dalam urusan balap sepeda.
"Dalam usia saya, saya berani bertaruh di ruangan ini untuk balap sepeda pasti saya menang. Karena setiap hari Sabtu saya masih minimum 60 kilometer," ucapnya dengan nada bangga.
Di luar urusan kebugaran pribadi, kecintaan Pramono terhadap dunia olahraga juga tercermin dari komitmennya mendukung pembinaan atlet Jakarta. Ia secara tegas menyuarakan harapannya agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta mampu membawa kontingen ibu kota meraih gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Gubernur menilai target tersebut sangat realistis mengingat Jakarta memiliki infrastruktur olahraga yang tergolong lengkap serta sistem pembinaan atlet yang sudah tertata dengan baik. Ia bahkan berpesan agar pencapaian juara umum nanti bukan sekadar formalitas, melainkan kemenangan yang meyakinkan dan tidak setengah-setengah. "Saya berharap betul juara umumnya juara umum yang enggak nanggung," tegas Pramono.