Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bergerak cepat mengirimkan bantuan tenaga medis ke Puskesmas Dampek di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil setelah seruan darurat dari dr. Melinda, dokter setempat yang kewalahan menangani lonjakan korban gempa bumi di wilayah tersebut, viral di media sosial.
Tim medis bantuan yang dikerahkan terdiri dari satu dokter dan dua perawat yang berasal dari Klinik Utama Muhammadiyah Ende serta Klinik Muhammadiyah Maumere. Mereka diterjunkan langsung untuk memperkuat layanan kesehatan setempat serta mempercepat penanganan pasien pascagempa yang membutuhkan pertolongan medis darurat.
Perjalanan tim medis yang dikoordinasikan oleh Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende, dr. Ibrahim Sengaji, ini dipenuhi tantangan. Menurut penuturan dr. Baim, salah satu tenaga medis di lapangan, tim sudah bergerak sejak hari pertama pascagempa dengan melintasi medan yang sulit sembari membawa pasokan logistik dan obat-obatan darurat.
Sebelum tiba di Manggarai Timur, tim medis sempat menyisir wilayah perbukitan di Mbay, Kabupaten Nagekeo, guna memantau kondisi warga pasca-isu potensi tsunami. Mereka juga berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Riung, Kabupaten Ngada, untuk mendirikan posko pelayanan kesehatan darurat di sana.
Informasi mengenai dr. Melinda yang berjuang sendiri merawat puluhan pasien di Puskesmas Dampek diperoleh tim saat berada di wilayah Pota melalui grup koordinasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Keesokan paginya, tim langsung bergeser ke Dampek untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan mengevakuasi korban luka parah.
Hingga saat ini, tim medis Muhammadiyah telah membantu mengevakuasi dan merujuk tiga pasien yang mengalami patah tulang (fraktur) ke RSUD Borong agar mendapatkan tindakan bedah lebih lanjut. MDMC menyatakan akan terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memastikan kebutuhan medis warga terdampak gempa terpenuhi.