Pemerintah Provinsi Bali bergerak cepat merespons bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Mbay, Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai langkah awal penanganan pascabencana, Pemprov Bali menerjunkan tim kesehatan bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke lokasi terdampak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengungkapkan bahwa tim pendahulu telah diberangkatkan untuk melakukan asesmen cepat. Fokus utama mereka saat ini adalah memetakan kebutuhan logistik mendesak, pelayanan medis darurat, serta mendata warga asal Bali yang menetap di wilayah bencana tersebut.
Hasil dari asesmen lapangan ini akan menjadi acuan penting bagi Gubernur Bali dalam menentukan kebijakan penanganan selanjutnya. Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, Dinas Kesehatan dan BPBD Bali nantinya akan memobilisasi bantuan personel tambahan serta logistik yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di NTT.
Aksi kemanusiaan ini lahir dari koordinasi intensif dan inisiatif bersama antara tiga kepala daerah, yakni Gubernur Bali, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Gubernur NTT. Solidaritas lintas provinsi ini didasari oleh semangat persaudaraan yang kuat serta ikatan sejarah historis yang erat di kawasan Bali-Nusa Tenggara (Nusra).