Kepolisian Resor (Polres) Rembang terus melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden meninggalnya seorang siswi kelas 7 SMP Negeri 2 Rembang saat pelajaran olahraga. Hingga kini, pihak kepolisian belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut.

Peristiwa tragis ini bermula ketika korban tengah menjalani aktivitas fisik bersama rekan-rekannya di lapangan voli sekolah. Saat melakukan latihan lari jinjit bolak-balik dengan jarak sekitar 10 meter, korban diduga kehilangan keseimbangan karena tersandung kakinya sendiri. Korban pun terjatuh ke arah depan hingga bagian dahinya membentur permukaan paving.

Guru olahraga yang berada di lokasi segera melarikan korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, tak berselang lama setelah penanganan medis darurat berjalan sekitar sepuluh menit, korban dinyatakan meninggal dunia. Jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Solikhin Fery, menegaskan bahwa jajarannya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci. Pemeriksaan ini melibatkan guru olahraga yang mengajar saat kejadian, tim dokter yang sempat menangani korban di rumah sakit, serta beberapa rekan sekolah korban yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Langkah penyelidikan ini difokuskan untuk mendeteksi apakah terdapat unsur kelalaian atau pidana dalam insiden fatal ini. Selain itu, kepolisian juga masih menunggu hasil evaluasi medis guna memastikan apakah benturan fisik di kepala menjadi penyebab utama kematian, ataukah dipicu oleh kondisi kesehatan bawaan seperti indikasi penyakit lemah jantung yang sempat dilaporkan.