Kabupaten Kendal kini menjelma sebagai salah satu daerah potensial penghasil atlet berkuda berprestasi di Jawa Tengah. Melalui pembinaan yang intensif sejak tahun 2022, sejumlah pusat pelatihan (stable) di wilayah ini mulai membuahkan hasil dengan mencetak penunggang kuda muda yang diproyeksikan menembus kancah nasional hingga internasional.
Geliat olahraga berkuda di Kendal ditopang oleh tiga pusat latihan utama, yakni Santosa Stable di Pasigitan (Boja), Cahaya Stable di Ngareanak (Singorojo), dan Fattah Al Mubarok di Tamanrejo (Limbangan). Di tempat-tempat ini, para atlet tidak hanya diajarkan teknik dasar menunggang, melainkan dipersiapkan secara spesifik untuk menguasai berbagai disiplin berkuda, seperti panahan berkuda (horseback archery), pacuan kuda, tunggang serasi (dressage), hingga lompat rintangan (show jumping).
Keberhasilan pola pembinaan ini terbukti pada gelaran PON XXI 2024 di Aceh lalu. Sebanyak enam atlet asal Kendal yang mewakili kontingen Jawa Tengah sukses menyabet predikat juara umum pada ekshibisi cabang olahraga horseback archery. Raihan gemilang tersebut diraih melalui torehan dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu.
Setelah sukses di PON, fokus pembinaan kini diarahkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Sebanyak sembilan atlet muda potensial saat ini tengah dipersiapkan secara intensif untuk membela Kendal dalam ajang olahraga tingkat regional tersebut.
Ketua Wahana Berkuda Fattah Al Mubarok Limbangan, Sutrisno, menekankan pentingnya konsistensi dalam proses regenerasi atlet agar kemampuan bertanding mereka terasah sejak usia dini. Senada dengan itu, pemilik Cahaya Stable, Nurdiansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya kini membina sekitar 15 atlet berusia antara 10 hingga 23 tahun. Beberapa di antaranya bahkan telah memiliki pengalaman bertanding di tingkat internasional seperti di Thailand. Langkah pembinaan terstruktur ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan prestasi berkuda Kendal di masa depan.