JAKARTA — PT Rans Entertainment Indonesia Tbk bersiap memasuki pasar modal melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perusahaan hiburan yang dikenal berada di bawah ekosistem bisnis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu sedang menjalankan masa penawaran awal atau book building pada 23-25 Juni 2026.
Dalam aksi korporasi ini, calon emiten berkode saham RANS tersebut menawarkan saham pada kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per saham. Perseroan melepas sebanyak 2.525.000.000 saham kepada publik, setara dengan 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dengan rentang harga yang ditetapkan, RANS berpeluang memperoleh dana segar sedikitnya sekitar Rp340,88 miliar. Jika harga final berada di batas atas, nilai dana yang dapat dihimpun berpotensi mencapai Rp429,25 miliar.
Langkah RANS menuju bursa menjadi salah satu aksi korporasi yang menarik perhatian pasar, terutama karena perusahaan ini bergerak di sektor hiburan dan ekonomi kreatif yang memiliki basis audiens luas. Reputasi pendirinya di industri hiburan juga menjadi faktor yang turut mencuri perhatian investor ritel.
Meski demikian, minat pasar terhadap saham perdana tidak hanya ditentukan oleh popularitas merek. Investor tetap perlu mencermati prospektus, struktur pemegang saham, kinerja keuangan, penggunaan dana hasil IPO, serta strategi bisnis perseroan setelah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Di tengah dinamika pasar saham, momentum IPO biasanya sangat dipengaruhi oleh sentimen investor terhadap aset berisiko. Ketika kondisi pasar kondusif, penyerapan saham baru berpotensi lebih kuat, namun penilaian fundamental tetap menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan investasi.