Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital berbasis komunitas. Melalui kolaborasi dengan Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Tangsel, pemerintah daerah resmi meluncurkan program digitalisasi rumah ibadah yang diintegrasikan dengan peresmian GPS Digital Academy & Innovation Center.

Langkah ini diambil untuk memperluas fungsi masjid agar tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, melainkan juga wadah pengembangan literasi digital bagi generasi muda. Program inovatif ini dirancang agar para remaja masjid mampu menyaring arus informasi di ruang digital sekaligus memanfaatkan teknologi secara produktif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI). Ia menyatakan bahwa adaptasi teknologi merupakan kebutuhan mutlak agar para pemuda tidak hanya unggul dalam aspek spiritual, tetapi juga kompetitif secara intelektual.

GPS Digital Academy & Innovation Center akan memfasilitasi berbagai pelatihan teknologi secara gratis yang terstruktur. Adapun materi yang diajarkan meliputi dasar-dasar pemrograman (coding), pembuatan konten kreatif digital, hingga penerapan praktis kecerdasan buatan, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis umat.

Selain berfokus pada pengembangan kapasitas pemuda, program digitalisasi ini juga menyasar perbaikan tata kelola internal masjid. Sistem administrasi dan laporan keuangan akan dimodernisasi demi menjamin transparansi publik, sementara pemanfaatan platform digital akan dioptimalkan untuk memperluas jangkauan syiar agama di era modern.