Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai berbagai program dan fasilitas layanan kesehatan yang tersedia.
Ketua PWI Tanjungpinang, Suhardi, menyampaikan usulan tersebut dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan pihak RSUD RAT. Ia menyoroti minimnya sosialisasi mengenai kemudahan akses layanan bagi pasien, khususnya pengguna BPJS Kesehatan, yang kerap memicu kesalahpahaman serta pandangan negatif di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD RAT, dr. Bambang Utoyo, mengungkapkan rencana strategis rumah sakit untuk mengintegrasikan layanan. Pihaknya akan memulai pembangunan gedung poliklinik spesialis baru pada September 2026. Proyek yang ditargetkan beroperasi awal 2028 ini dirancang untuk menyatukan seluruh penanganan dokter spesialis dalam satu kawasan demi kenyamanan pasien.
Langkah pembenahan ini juga mendapat perhatian dari jajaran legislatif. Sekretaris Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Boby Jayanto, mengakui masih menerima berbagai keluhan dari warga terkait antrean panjang dan hambatan operasional di rumah sakit. Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan secara konsisten harus terus menjadi prioritas manajemen RSUD.
Selain aspek operasional, forum tersebut juga menampung masukan kultural dari masyarakat. Salah satu perwakilan warga, Nazaruddin, mengusulkan agar penamaan ruangan di RSUD RAT menggunakan nama-nama tokoh Melayu sebagai wujud pelestarian budaya lokal. Dialog multisektor ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kepulauan Riau.