PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 pada Kamis (25/6/2026) di Allstay Hotel Semarang. Rapat yang dipimpin Komisaris Utama Arief Sugiyo ini menjadi momentum strategis untuk menyampaikan kinerja perusahaan sekaligus menetapkan arah bisnis ke depan.

Seluruh agenda yang diajukan perseroan memperoleh persetujuan penuh dari pemegang saham. Agenda tersebut meliputi pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan, penggunaan hasil usaha, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, hingga penunjukan Akuntan Publik untuk tahun buku 2026.

Sepanjang 2025, perseroan berhasil memperkuat fundamental bisnis di tengah tantangan industri properti dan perhotelan. Hal ini tercermin dari pencapaian pendapatan senilai Rp27,03 miliar, peningkatan saldo kas bersih, penurunan liabilitas perbankan sebesar 7,8%, serta pengurangan rugi komprehensif hingga 61,2% dibanding tahun sebelumnya.

Kinerja positif ini terutama ditopang oleh segmen properti melalui proyek Amaya Home Resort. Proyek tersebut mencatat penjualan Rp11,19 miliar atau tumbuh 86% setelah berhasil menyerahkan sembilan unit rumah dan menandatangani Akta Jual Beli untuk tujuh unit lainnya.

Sementara itu, unit bisnis perhotelan yang terdiri dari Allstay Hotel Semarang dan Allstay Hotel Yogyakarta mengalami koreksi pendapatan sekitar 5%. Meski demikian, sektor perhotelan tetap menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi usaha dan terus dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dalam rapat tersebut, perseroan juga memaparkan transformasi identitas korporasi melalui peluncuran logo baru yang efektif berlaku sejak April 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkembang, berinovasi, dan memperkuat citra sebagai entitas yang adaptif terhadap perubahan pasar.

Mengenai penggunaan hasil usaha, pemegang saham menyetujui keputusan perseroan untuk tidak membagikan dividen pada tahun ini. Kebijakan ini diambil mengingat perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp3,28 miliar pada 2025, sehingga laba ditahan akan dialokasikan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung pengembangan usaha di masa mendatang.

Perseroan turut menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip keberlanjutan melalui penguatan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.