Gangguan kesehatan mental pada remaja masih kerap dipandang sebagai hal memalukan. Padahal, kondisi tersebut merupakan persoalan kesehatan yang dapat dikenali, ditangani, dan dipulihkan dengan pendampingan yang tepat.
Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat PP Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI), Lahargo Kembaren, menyoroti pentingnya pemahaman publik mengenai kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja.
Dalam wawancara dengan wartawan Media Indonesia, Ficky Ramadhan, Lahargo mengupas berbagai persoalan seputar gangguan kesehatan mental remaja. Ia menekankan bahwa masyarakat perlu menjauhkan pandangan negatif terhadap individu yang mengalami masalah psikologis.
Menurutnya, stigma dapat membuat remaja enggan mencari pertolongan ketika menghadapi tekanan emosional, kecemasan, depresi, atau persoalan psikologis lainnya. Kondisi ini berisiko memperburuk keadaan apabila tidak ditangani secara profesional.
Pemahaman keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial menjadi faktor penting dalam membantu remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental. Dukungan yang terbuka dan tidak menghakimi dapat mendorong mereka untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli.
Isu kesehatan mental remaja juga dinilai perlu terus dibicarakan secara lebih luas agar masyarakat memahami bahwa mencari bantuan psikologis atau psikiatris bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.