Saham produsen kendaraan listrik (EV) asal China, Xpeng, mengalami koreksi tajam sebesar 9 persen pada perdagangan di bursa Hong Kong. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap proyeksi pengiriman unit pada kuartal ketiga yang berada di bawah ekspektasi pasar, meskipun di sisi lain, unit bisnis robot humanoid perusahaan baru saja meraih valuasi fantastis senilai lebih dari US$6,3 miliar.

Laporan kinerja Xpeng menunjukkan perusahaan memproyeksikan pengiriman kendaraan di rentang 115.000 hingga 121.000 unit untuk kuartal ketiga 2026. Angka tersebut dinilai mengecewakan oleh para pelaku pasar, yang langsung tercermin pada kejatuhan harga sahamnya di Hong Kong serta penutupan saham Xpeng di bursa Amerika Serikat yang terpuruk hingga 8,5 persen pada hari sebelumnya.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa para investor saat ini lebih menitikberatkan perhatian mereka pada prospek dan kinerja bisnis inti kendaraan listrik dibanding potensi pertumbuhan jangka panjang dari divisi robotik. Di samping itu, Xpeng juga mencatatkan pelebaran rugi bersih menjadi 1,34 miliar yuan (sekitar US$200 juta) pada kuartal kedua, meskipun pendapatannya naik 8 persen secara tahunan menjadi 19,74 miliar yuan.

Lembaga keuangan Citi menyoroti bahwa kendala pada rantai pasok menjadi faktor utama yang menghambat peningkatan volume produksi model andalan baru mereka, MONA L03. Kendala logistik dan produksi ini memaksa Citi untuk memangkas target harga saham Xpeng baik di pasar AS maupun Hong Kong setelah rilis laporan keuangan kuartal kedua.

Di tengah tekanan pada bisnis otomotifnya, unit robotik Xpeng justru mencatatkan pencapaian signifikan dengan mengamankan pendanaan tahap pertama senilai lebih dari US$900 juta. Putaran pendanaan yang dipimpin oleh IDG Capital serta didukung oleh raksasa teknologi seperti Tencent dan Alibaba ini melambungkan valuasi unit robotik tersebut hingga melampaui US$6,3 miliar setelah pendanaan.

Co-President Xpeng, Brian Gu, menyatakan ambisi perusahaan untuk segera memulai fase baru produksi massal global dan penerapan komersial bagi robot humanoid canggih tersebut. CEO Xpeng, He Xiaopeng, bahkan menargetkan bahwa dalam kurun waktu satu dekade mendatang, volume penjualan robot buatan mereka dapat melampaui total penjualan lini kendaraan listrik mereka.