Prospek harga emas di pasar global menunjukkan sinyal positif menjelang perdagangan awal pekan ini, Senin (29/6/2026). Sejumlah indikator teknikal maupun fundamental mengisyaratkan bahwa logam mulia tersebut masih memiliki ruang untuk melanjutkan reli penguatan dalam jangka pendek.
Geraldo Kofit, analis dari Dupoin Futures, mengungkapkan bahwa momentum kenaikan harga emas mulai terbentuk kembali setelah gelombang aksi jual yang sempat menekan pergerakan harga dalam beberapa sesi perdagangan terakhir berangsur mereda. Kondisi ini membuka peluang bagi emas untuk kembali menguji level resistance yang lebih tinggi.
Berdasarkan analisis teknikal, target resistance harga emas pada perdagangan awal pekan ini berada di kisaran 4.095 hingga 4.144. Level tersebut menjadi area krusial yang perlu ditembus agar tren bullish dapat berlanjut secara lebih meyakinkan di sesi-sesi berikutnya.
Dari sisi fundamental, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat turut menjadi katalis pendukung bagi penguatan harga emas. Ketika dolar melemah, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) cenderung meningkat karena logam mulia ini menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Kombinasi antara meredanya tekanan jual, sinyal teknikal yang konstruktif, serta faktor pelemahan dolar AS menjadikan awal pekan ini sebagai momen yang cukup menjanjikan bagi para pelaku pasar yang menaruh perhatian pada pergerakan harga emas. Meski demikian, investor tetap disarankan untuk mencermati dinamika pasar secara cermat mengingat volatilitas yang masih mungkin terjadi.