Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, mencatatkan rapor hijau pada penutupan perdagangan Kamis (27/8). Laju penguatan ini motor utamanya adalah optimisme sektor teknologi yang dipicu oleh kinerja gemilang raksasa cip Nvidia, di tengah penantian para pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, indeks Nasdaq memimpin penguatan dengan lonjakan signifikan sebesar 1,57 persen ke level 26.541,35. Sementara itu, indeks S&P 500 ikut terangkat 0,72 persen menjadi 7.730,99, diikuti oleh indeks Dow Jones Industrial Average yang naik tipis 0,20 persen ke posisi 53.569,44.

Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 menjadi bintang lapangan dengan kenaikan mencapai 3,4 persen, menjadikannya satu-satunya sektor dari 11 kelompok utama yang mencatat pertumbuhan positif. Sentimen positif ini tak lepas dari proyeksi pertumbuhan pendapatan Nvidia yang diperkirakan melesat hingga 70 persen untuk tahun fiskal yang berakhir pada Januari 2028. Dampak dari proyeksi agresif ini bahkan menjalar hingga ke pasar saham teknologi di Eropa.

Kepala Strategi Pasar di First Franklin Financial Services, Brett Ewing, mengungkapkan bahwa sektor teknologi kini menjadi magnet utama aliran modal investor global. Menurutnya, rilis kinerja Nvidia telah menjawab keraguan pasar mengenai masa depan dan keberlanjutan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang saat ini masih dalam fase awal pembangunan infrastruktur masif.

Kontras dengan Wall Street, bursa saham Eropa justru tertekan karena gejolak politik di Prancis, yang menyebabkan indeks STOXX 600 merosot 0,69 persen. Di sektor komoditas, harga minyak mentah global mengalami kenaikan lebih dari 1,5 persen akibat kecemasan terkait pasokan, menyusul sinyal keras dari pemerintahan AS yang enggan memperbarui kesepakatan energi dengan Iran.

Pergerakan positif juga terlihat pada aset investasi alternatif. Di pasar kripto, Bitcoin menguat 2,05 persen hingga menembus level 80.046,24 dolar AS. Sementara itu, harga emas spot dunia terapresiasi tipis 0,23 persen menjadi 4.602,81 dolar AS per ounce, mencerminkan sikap hati-hati investor yang juga mencermati pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) menjelang pidato penting dari kandidat Ketua Federal Reserve.