Ribuan pelayat memadati kawasan Grand Mosalla di Teheran, Iran, untuk mengikuti rangkaian prosesi pemakaman pemimpin mereka, Khamenei. Suasana duka bercampur kemarahan tampak menyelimuti kerumunan yang membawa spanduk merah sebagai simbol seruan pembalasan. Yel-yel protes terhadap Amerika Serikat dan Israel terdengar bergemuruh di sekitar lokasi saat masyarakat menunggu kedatangan peti jenazah.

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, jenazah akan disemayamkan di kompleks Grand Mosalla selama enam hari hingga Senin mendatang. Pihak berwenang telah membuka akses bagi publik sejak Sabtu pagi, mengizinkan warga untuk memberikan penghormatan terakhir. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, dengan banyak pelayat yang rela menunggu berjam-jam di luar gerbang utama demi mendapatkan kesempatan mendekati peti jenazah.

Guna memastikan kelancaran acara dan mengantisipasi potensi gangguan, pemerintah Iran menerapkan protokol keamanan yang sangat ketat. Kepolisian anti-huru-hara disiagakan di berbagai titik strategis, sementara akses kendaraan bermotor dilarang total dalam radius satu kilometer dari lokasi pemakaman. Pemeriksaan ketat diberlakukan bagi setiap individu yang hendak memasuki area kompleks.

Sepanjang dinding Grand Mosalla, berbagai atribut duka terpasang, mulai dari potret mendiang Khamenei hingga bendera hitam dan merah yang merepresentasikan semangat kemartiran. Hingga saat ini, situasi di lapangan terpantau terkendali di bawah pengawasan ketat aparat keamanan yang tetap bersiaga penuh selama prosesi berlangsung.