Tren pencarian terapi pendamping berbasis bahan alami untuk menjaga kesehatan mental terus menunjukkan grafik peningkatan secara global. Berdasarkan analisis data publikasi ilmiah periode 2020 hingga 2025, perhatian dunia medis terhadap pemanfaatan minyak atsiri (essential oil) kini bergeser dari sekadar produk wewangian menjadi subjek kajian ilmiah yang serius untuk meredakan stres, kecemasan, hingga gangguan tidur.
Dari ratusan artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, lavender menjadi jenis minyak atsiri yang paling mendominasi panggung riset. Kandungan aktif di dalamnya terbukti memberikan efek relaksasi yang signifikan pada sistem saraf. Selain lavender, para peneliti juga mulai mengeksplorasi potensi terapeutik dari tanaman lain seperti bergamot, lemon, peppermint, dan chamomile untuk meningkatkan suasana hati.
Kendati demikian, para ahli menekankan bahwa penggunaan minyak atsiri harus ditempatkan secara proporsional sebagai terapi komplementer atau pendamping, bukan sebagai substitusi pengobatan medis utama atau konseling psikologis profesional. Untuk mengatasi gangguan kesehatan mental yang bersifat klinis, konsultasi dengan psikiater atau psikolog tetap menjadi langkah prioritas yang mutlak diperlukan.
Peta riset global saat ini masih didominasi oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Sementara itu, kontribusi riset dari akademisi Indonesia dinilai masih sangat terbatas. Kesenjangan ini menjadi ironi sekaligus tantangan besar, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan hayati tanaman penghasil minyak atsiri melimpah, mulai dari serai, cengkih, kayu putih, nilam, hingga pala.
Minimnya pembuktian ilmiah terhadap tanaman lokal memicu desakan agar kolaborasi riset nasional segera diperkuat. Dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian berbasis bukti (evidence-based), Indonesia tidak hanya dapat menyajikan panduan penggunaan minyak atsiri yang aman bagi masyarakat, tetapi juga berpeluang besar memimpin pasar industri aromaterapi di kancah internasional.