Polres Kupang mengawali rangkaian olahraga bersama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan kegiatan terapi Universal Spiritual Emotional Freedom Technique atau USEFT. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kesehatan mental, mengurangi tekanan psikologis, serta membangun semangat pelayanan bagi personel dan peserta yang hadir.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Polres Kupang pada Jumat pagi, 26 Juni 2026. Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H. memimpin langsung agenda tersebut, yang turut dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede, unsur Forkopimda Kabupaten Kupang, personel Brigif 21 Komodo, Yon Arhanud, Satradar Buraen, para pejabat utama dan personel Polres Kupang.

Selain jajaran kepolisian dan unsur pemerintah daerah, kegiatan ini juga diikuti Ketua Bhayangkari Cabang Kupang Ny. Christina Rudy Ledo bersama pengurus dan anggota Bhayangkari, serta anggota Persit. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan suasana kebersamaan sekaligus sinergi lintas lembaga dalam memperingati Hari Bhayangkara.

Sesi terapi USEFT dipandu oleh Aipda Vandy Makanonneng. Para peserta diajak mengikuti tahapan relaksasi, doa, afirmasi positif, hingga teknik ketukan atau tapping pada sejumlah titik energi tubuh. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana tenang, dengan peserta mengikuti instruksi secara khidmat dan penuh konsentrasi.

Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo menyampaikan bahwa kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu dijaga oleh anggota Polri maupun seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab pelayanan publik. Menurutnya, kesiapan fisik harus berjalan seimbang dengan ketenangan batin dan kekuatan mental.

“Melalui terapi USEFT ini kami ingin mengajak seluruh peserta untuk memiliki pikiran yang lebih tenang, hati yang lebih damai, dan mental yang lebih kuat. Dengan kondisi psikologis yang sehat, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga stabilitas emosional serta keteguhan spiritual. Keseimbangan tersebut dinilai penting agar anggota Polri dapat bekerja lebih humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

Setelah sesi USEFT selesai, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama. Suasana berlangsung meriah dan penuh semangat, mencerminkan kekompakan antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Kupang, Bhayangkari, Persit, dan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan.

Terapi USEFT yang menjadi pembuka olahraga bersama tersebut mendapat respons positif dari peserta. Metode ini dinilai membantu menciptakan rasa rileks, mengurangi ketegangan, meningkatkan fokus, serta membangun energi positif sebelum menjalani aktivitas. Rangkaian kegiatan ini sekaligus menegaskan semangat Hari Bhayangkara ke-80 menuju Polri yang presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.