Polemik mengenai pajak atas pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) yang memicu keresahan di kalangan buruh akhirnya menemui titik terang. Penasihat Khusus Presiden, Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi telah menjadwalkan pertemuan untuk berdiskusi langsung dengan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, pada Rabu (8/7) siang di kantor Kementerian Keuangan.

Pertemuan ini menjadi sangat krusial mengingat sebelumnya Said Iqbal sempat melayangkan protes keras terkait sulitnya akses komunikasi dengan pihak pemerintah. Dalam keterangan persnya, Iqbal mengaku telah berupaya melakukan kontak sebanyak tiga kali untuk membahas beban pajak JHT yang dinilai memberatkan kaum buruh, namun belum membuahkan hasil hingga sempat memicu perdebatan mengenai prosedur administrasi surat-menyurat.

Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa tampak irit bicara mengenai poin-poin spesifik yang akan menjadi materi diskusi dalam pertemuan tersebut. Meski begitu, agenda makan siang bersama ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pihak pemerintah dan serikat pekerja untuk mencari solusi atas kebuntuan dialog yang terjadi selama beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, Said Iqbal menegaskan bahwa upayanya menemui Purbaya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Presiden KSPI yang ingin menyuarakan aspirasi buruh terkait kebijakan fiskal yang dianggap tidak berpihak. Kini, publik menanti apakah pertemuan tatap muka ini mampu menghasilkan kebijakan yang lebih akomodatif terhadap kepentingan pekerja di tengah tantangan ekonomi nasional.