Kawasan kolam retensi Polder Air Hitam di Kota Samarinda kini mulai bertransformasi menjadi ruang publik multifungsi. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kawasan ini semakin ramai dimanfaatkan warga sebagai sarana berolahraga sekaligus pusat perputaran ekonomi baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menilai potensi besar ini perlu direspons serius oleh pemerintah daerah. Menurutnya, penataan kawasan yang terintegrasi tidak hanya akan mempercantik tata kota, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sani menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai merencanakan pembangunan fasilitas penunjang yang memadai. Langkah konkret yang diusulkan meliputi pembuatan jalur lari (jogging track) yang representatif di sekeliling polder, pemasangan lampu penerangan jalan yang cukup, penyediaan area parkir yang luas, hingga penanaman pohon peneduh agar kawasan tersebut nyaman digunakan warga dari pagi hingga sore hari.
Di sisi lain, untuk mendukung sektor ekonomi kreatif lokal, ia mendorong penyediaan zona khusus bagi para pelaku UMKM. Penataan lapak pedagang disarankan menggunakan desain yang seragam dan rapi agar estetika lingkungan tetap terjaga tanpa mengganggu fungsi ekologis utama polder. Zona niaga ini nantinya diprioritaskan bagi produk kerajinan tangan dan kuliner khas Samarinda serta Kalimantan Timur.
Mengingat keterbatasan kondisi fiskal daerah saat ini, Sani menyadari bahwa proyek pembenahan ini tidak dapat direalisasikan secara instan dalam waktu dekat. Oleh karena itu, ia berharap rencana pengembangan Polder Air Hitam dapat dimasukkan secara bertahap ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Samarinda setelah melalui kajian yang komprehensif.