Bandar Lampung — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan daya saing dan mengembangkan bisnis secara lebih berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas, pendampingan usaha, serta perluasan akses pengetahuan bisnis bagi pelaku UMKM lokal.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Lampung, Badai Marindro, mengatakan keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada modal. Menurutnya, pelaku usaha juga perlu memiliki kemampuan mengelola bisnis, membaca kebutuhan pasar, serta menyesuaikan strategi di tengah perubahan yang terus terjadi.

Hal itu disampaikan Badai dalam kegiatan Sharing Session bertajuk “Transformasi UMKM Melalui Peran Konsultan Bisnis untuk Kesejahteraan Sosial” yang digelar di Aula F Universitas Bandar Lampung, Rabu (24/6/2026).

Badai menjelaskan, Rumah BUMN menjadi salah satu wadah penting bagi UMKM untuk memperoleh pembinaan dan konsultasi. Melalui fasilitas tersebut, pelaku usaha dapat meningkatkan kompetensi, memperbaiki tata kelola bisnis, serta membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas.

“Rumah BUMN menjadi salah satu sarana bagi pelaku UMKM untuk memperoleh pendampingan, meningkatkan kompetensi, dan memperluas peluang pengembangan usaha,” ujar Badai.

Ia menambahkan, pendampingan yang tepat dapat membantu UMKM menyusun rencana bisnis secara lebih terarah. Dengan strategi yang matang, UMKM diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi ekonomi, tetapi juga mampu memberi dampak sosial yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, praktisi sekaligus pemilik usaha di Bandar Lampung, Oktavia Anggun P, turut membagikan pengalaman mengenai strategi pengembangan bisnis. Ia menyoroti pentingnya penguatan kemampuan pelaku UMKM dalam aspek manajemen usaha, pemasaran, hingga inovasi produk.

Menurut Oktavia, konsultan bisnis dapat berperan sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha. Pendampingan tersebut membantu UMKM mengenali potensi, menentukan langkah pengembangan, serta mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur di tengah persaingan pasar.

Salah satu peserta, Putri Ayu, pemilik Mamayu Bakehouse, mengaku memperoleh banyak wawasan praktis dari kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, khususnya dalam membangun sistem pengelolaan yang lebih rapi dan strategi pengembangan bisnis yang dapat langsung diterapkan.