Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bernuansa kebangsaan di Kantor DPTP PKS, Jakarta, pada Selasa (19/5/2026). Forum ini dirancang khusus untuk memetakan dinamika ekonomi, sosial, budaya, hingga peta politik nasional di tengah arus perubahan global yang bergerak cepat.
Pertemuan yang dihadiri sekitar 30 jajaran pimpinan lintas struktur PKS—mulai dari jajaran MPP, DPP, Dewan Pakar, Dewan Penasihat, hingga Fraksi PKS di DPR dan MPR RI—ini turut menghadirkan deretan pakar di bidangnya. Diskusi difokuskan pada penguatan pandangan strategis partai dalam merespons dinamika zaman yang kian kompleks.
Ketua MPP PKS, Mulyanto, menekankan pentingnya ruang dialog yang jernih dan berbasis pemikiran strategis. Menurutnya, ancaman ketidakpastian geopolitik, krisis ketahanan pangan dan energi, hingga disrupsi teknologi digital menuntut kesiapan bangsa dalam merumuskan langkah kebangsaan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Selain membahas isu global, forum tersebut menjadi wadah refleksi mendalam atas dua tahun perjalanan pemerintahan nasional. Mulyanto menegaskan posisi PKS yang konsisten menyuarakan kritik konstruktif dan gagasan solutif demi menjaga arah pembangunan nasional tetap berada di koridor keadilan dan persatuan.
Rangkaian FGD ini diproyeksikan bakal melahirkan sejumlah dokumen rekomendasi strategis. Hasil perumusan gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi riil PKS bagi pengambil kebijakan nasional dalam menghadapi tantangan Indonesia di masa depan.