Pertemuan diplomatik tingkat tinggi yang berlangsung secara tertutup di El Alamein, Mesir, antara delegasi Hamas dan utusan khusus Amerika Serikat, Jared Kushner, mulai menemui titik terang. Pertemuan tersebut dilaporkan berfokus pada pembahasan teknis pelaksanaan fase kedua dari perjanjian damai Gaza, alih-alih membuka kembali ruang negosiasi terhadap kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya.

Delegasi Hamas dipimpin langsung oleh Ketua Biro Politiknya, Khalil al-Hayya, didampingi oleh Koordinator Eksekutif Dewan Perdamaian, Nikolay Mladenov, yang turut hadir mendampingi Kushner. Sejumlah sumber diplomatik Palestina menyebutkan bahwa jalannya diskusi berlangsung cukup positif dengan pembahasan yang tertuju pada peta jalan (roadmap) rencana perdamaian Gaza.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Hamas menegaskan posisi politiknya secara rigid. Mereka menolak segala bentuk klausul baru atau amendemen yang dapat mengubah isi perjanjian awal yang telah disepakati oleh faksi-faksi Palestina. Bagi Hamas, kerangka kerja yang ada saat ini sudah bersifat final dan tidak dapat ditawar lagi.

Fokus utama dari pertemuan ini adalah menanti sikap resmi dari pemerintah Israel terkait poin-po-in yang sudah disepakati. Hamas memandang bahwa transisi menuju fase kedua ini murni merupakan tahapan realisasi komitmen dari para mediator, bukan sebuah kesempatan untuk merumuskan ulang formula perjanjian yang baru. Pascapertemuan ini, Kushner dilaporkan langsung bertolak untuk menemui Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.