BPJS Kesehatan resmi mengukuhkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata di seluruh pelosok Indonesia. Melalui program Layanan Ujung Negeri (LANURI), lembaga ini berupaya menjembatani kesenjangan akses bagi masyarakat yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari capaian 100 hari kerja direksi yang menyentuh angka efektivitas 91,53 persen. Dalam implementasinya, BPJS Kesehatan mengandalkan dua metode utama, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) berbasis konferensi video, serta layanan jemput bola melalui BPJS Keliling.
Data menunjukkan bahwa selama kurun waktu Januari hingga Mei 2026, kanal VIOLA telah diakses lebih dari 218 ribu kali, terutama oleh peserta segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Inisiatif ini memungkinkan masyarakat di daerah terpencil mendapatkan layanan administrasi dan informasi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang.
Menyadari keterbatasan infrastruktur digital dan geografis di beberapa wilayah, layanan BPJS Keliling hadir sebagai pelengkap untuk memastikan cakupan layanan tetap optimal. Program ini diselenggarakan secara serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan dukungan penuh dari 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan.
Langkah strategis ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Koperasi dan TNI. Melalui kolaborasi lintas sektoral, jaringan Koperasi Desa serta fasilitas kesehatan milik TNI diharapkan dapat menjadi titik akses yang mempermudah masyarakat dalam menjangkau layanan JKN, sehingga pemerataan kesehatan di Indonesia bukan lagi sekadar wacana.