CEO Apple, Tim Cook, melukiskan kondisi pasar komponen elektronik saat ini sebagai "banjir seratus tahunan". Istilah yang merujuk pada peristiwa langka ini digunakan Cook untuk menggambarkan keparahan krisis chip memori global yang belum pernah ia saksikan sepanjang empat dekade berkecimpung di industri teknologi.

Dampak dari kelangkaan pasokan ini tidak terelakkan. Terhitung mulai 25 Juni 2026, Apple resmi melakukan penyesuaian harga terhadap lini produk Mac dan iPad. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harga tersebut berkisar mulai dari 100 dolar AS hingga mencapai 1.300 dolar AS untuk produk tertentu, mencerminkan besarnya tekanan biaya produksi yang ditanggung perusahaan.

Sebelum kebijakan ini diambil, Cook sebenarnya telah memberikan peringatan dini dalam laporan keuangan kuartalan perusahaan beberapa bulan lalu. Saat itu, ia telah memprediksi bahwa kenaikan biaya memori akan memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional bisnis Apple di masa mendatang. Namun, kecepatan dan skala lonjakan harga yang terjadi di pasar tetap mengejutkan banyak pihak.

Di balik krisis ini, terdapat pergeseran pola permintaan yang drastis akibat masifnya pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Perusahaan raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, Meta, dan Amazon saat ini tengah berlomba membangun pusat data berskala besar, yang mengakibatkan terserapnya hampir seluruh pasokan chip memori dunia untuk kebutuhan infrastruktur AI mereka.

Bagi Cook, situasi ini berada pada level yang berbeda dibandingkan krisis rantai pasok yang pernah dihadapi Apple sebelumnya. Ketiadaan preseden sejarah membuat kondisi ini menjadi tantangan unik bagi industri elektronik konsumen dunia dalam menghadapi persaingan mendapatkan komponen di tengah ledakan tren AI.