BANJARBARU – Komite Permainan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) se-Kalimantan Selatan menyatukan visi untuk mengoptimalkan pelestarian serta pengembangan olahraga tradisional. Langkah strategis ini dirumuskan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru.

Ketua KPOTI Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Mashud, menegaskan bahwa keselarasan pemahaman di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota menjadi kunci sukses jalannya program kerja. Penyelarasan visi ini diharapkan mampu membawa olahraga tradisional tidak hanya sekadar sebagai sarana rekreasi, melainkan juga bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat.

Senada dengan hal itu, Ketua KPOTI Kabupaten Tapin, Nur Padilah, menyatakan komitmen penuhnya untuk memperluas jangkauan permainan tradisional di daerahnya. Menurutnya, pembinaan prestasi olahraga modern dan pelestarian olahraga tradisional harus berjalan beriringan guna menjaga keseimbangan antara pencapaian prestasi dan pelestarian nilai budaya lokal.

Untuk mewujudkan target tersebut, KPOTI mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Sinergi ini dinilai krusial agar permainan tradisional dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah maupun kegiatan kepemudaan secara terstruktur.

Melalui langkah kolaboratif ini, KPOTI Tapin optimistis nilai-nilai luhur seperti sportivitas, kerja sama tim, kreativitas, dan kedisiplinan yang terkandung dalam permainan tradisional dapat diwariskan dengan baik kepada generasi muda di tengah gempuran era digital.