Tim pengabdian masyarakat dari Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN yang beranggotakan Budi Waluyo, Rido Parulian Pandjaitan, dan Bagas Johantri, secara resmi memberikan pendampingan strategis bagi Badan Layanan Umum (BLU) Museum Cagar Budaya (MCB) pada 26 Mei 2026. Inisiatif ini merupakan upaya nyata civitas akademika PKN STAN dalam mendukung penguatan tata kelola keuangan negara di lingkup instansi pemerintah.
Rencana Strategis Bisnis (RSB) diposisikan sebagai peta jalan krusial bagi setiap BLU untuk menentukan arah kebijakan lima tahunan. Dokumen ini tidak hanya mengatur efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen vital dalam membangun kemandirian finansial, mitigasi risiko, serta pemetaan kebutuhan investasi dan pengembangan sumber daya manusia di masa depan.
Proses pendampingan dilakukan secara komprehensif, dimulai dari penelaahan draf dokumen secara daring hingga pelaksanaan diskusi terfokus (Focus Group Discussion) di kantor MCB. Dalam forum tersebut, tim PKN STAN berinteraksi langsung dengan Kepala MCB beserta jajaran pimpinan dan Satuan Pengendalian Internal untuk membedah substansi serta format dokumen agar selaras dengan peraturan perundang-undangan serta praktik bisnis yang sehat.
Hasil dari diskusi tersebut membuahkan kesepakatan mengenai langkah perbaikan substansial pada draf RSB. Selain memberikan tinjauan teknis, tim pengabdian juga membagikan wawasan mengenai prosedur pengajuan RSB agar dapat segera diproses dan disahkan oleh Kementerian Keuangan.
Pendampingan ini memiliki urgensi tinggi mengingat status BLU sebagai satuan kerja yang memiliki fleksibilitas keuangan melalui penerapan tarif layanan. Melalui perencanaan yang efektif, efisien, dan ekonomis, diharapkan museum dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi publik, sekaligus menjalankan amanah pengelolaan keuangan negara dengan lebih akuntabel.