Koperasi Jasa Pena Kencana Mulia Persatuan Wartawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PWI DIY) resmi menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun Buku 2025 di Aula PWI DIY, Yogyakarta, pada Sabtu (25/7). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi koperasi untuk memperkokoh legalitas hukum sekaligus menyusun strategi ekspansi bisnis yang lebih luas.
Ketua PWI DIY, Hudono, mengingatkan pentingnya fleksibilitas unit usaha koperasi agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi modern. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa orientasi koperasi tidak boleh sekadar mengejar keuntungan materi, melainkan wajib memelihara nilai-nilai dasar organisasi seperti kebersamaan, kolaborasi, dan etika moral.
Dukungan penuh datang dari Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta. Perwakilan dinas, M. Rizky Pratama, memuji ketepatan waktu pelaksanaan RAT ini. Ia menjelaskan bahwa kepemilikan dokumen Perubahan Anggaran Dasar (PAD) yang sah dari Kemenkumham kini membuka jalan lebar bagi koperasi untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin usaha berbasis risiko.
Menanggapi peluang tersebut, Ketua Pengurus Koperasi Jasa Pena Kencana Mulia PWI DIY, Mussahada, menyatakan komitmennya untuk bergerak lebih agresif. Pihaknya berencana menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak guna mendiversifikasi dan membesarkan lini bisnis koperasi di masa mendatang.
Agenda tahunan ini dihadiri oleh 29 dari total 52 anggota aktif dan dipimpin oleh jajaran pimpinan sidang Swasto Dayanto, Wisnu Wardhana, serta Hanik Atfiati. Dalam forum tersebut, seluruh anggota secara aklamasi menerima Laporan Pertanggungjawaban Tutup Buku Tahun Buku 2025. Acara diakhiri dengan penyerahan dokumen laporan secara simbolis kepada Ketua PWI DIY dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada seluruh anggota.