Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik langkah strategis Universitas Lampung (Unila) yang resmi membuka empat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru di Fakultas Kedokteran. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas serta kuantitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan, sekaligus menjawab tantangan pemenuhan tenaga medis di tingkat daerah.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa akselerasi pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan harus mengedepankan investasi SDM jangka panjang. Menurutnya, kehadiran program pendidikan spesialis ini merupakan fondasi penting demi masa depan pelayanan kesehatan yang lebih merata di Lampung.

Adapun empat program spesialisasi baru yang kini tersedia di FK Unila meliputi PPDS Penyakit Dalam, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kesehatan Anak, serta Bedah. Kehadiran program studi baru ini dinilai krusial di tengah masih tingginya ketimpangan distribusi dokter spesialis, yang selama ini cenderung menumpuk di kota-kota besar.

Jihan memaparkan bahwa penumpukan dokter spesialis di area perkotaan sangat dipengaruhi oleh kesiapan sarana dan prasarana penunjang. Oleh sebab itu, ia mendesak agar kebijakan pemerataan tenaga medis berjalan selaras dengan peningkatan fasilitas kesehatan di daerah, sehingga para dokter spesialis baru nantinya memiliki motivasi kuat untuk mengabdi di tingkat kabupaten/kota.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mengimbau pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan rekomendasi pendidikan PPDS berdasarkan analisis kebutuhan riil wilayah masing-masing. Langkah selektif ini diperlukan agar investasi anggaran yang dikeluarkan pemerintah daerah untuk menyekolahkan dokter spesialis benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat setelah mereka lulus.

Terakhir, Wagub mengingatkan pentingnya menjaga kualitas proses pendidikan agar tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta jiwa kepemimpinan. Sinergi yang kuat antara pihak akademisi, rumah sakit jejaring, serta organisasi profesi menjadi kunci utama dalam melahirkan dokter spesialis yang berdedikasi tinggi.