Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat kemandirian riset antariksa Indonesia melalui pengembangan teleskop radio pemantau Matahari secara real-time. Inovasi mutakhir ini dipamerkan dalam ajang ilmiah internasional bergengsi, The 46th COSPAR Scientific Assembly 2026, yang berlangsung di Florence, Italia. Langkah ini mempertegas peran aktif Indonesia dalam berkontribusi pada perkembangan sains antariksa di kancah global.

Diposisikan di Observatorium Nasional (Obnas) Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur, teleskop radio ini memanfaatkan penerima radio Callisto yang ditunjang antena log-periodik. Instrumen ini bekerja pada rentang frekuensi 45 hingga 870 MHz untuk menangkap gelombang elektromagnetik dari Matahari. Data yang dihimpun menjadi fondasi krusial bagi analisis potensi Solar Radio Bursts atau ledakan radio Matahari.

Pemantauan cuaca antariksa ini sangat vital lantaran dinamika aktivitas Matahari memiliki dampak langsung terhadap stabilitas teknologi modern di Bumi. Gangguan badai radiasi maupun disrupsi ionosfer yang dipicu oleh aktivitas ekstrem Matahari berpotensi mengacaukan operasional satelit, sistem navigasi penerbangan, hingga jaringan telekomunikasi global.

Pengembangan instrumen di Obnas Timau ini juga menjadi cetak biru bagi proyek yang lebih masif. Ke depan, BRIN menargetkan pembangunan teleskop radio dengan antena parabola berdiameter 20 meter pada frekuensi 1–50 GHz untuk mendeteksi unsur hidrogen, metanol, hingga uap air di ruang angkasa. Selain itu, sistem penerima radio ini dirancang agar dapat melacak sampah antariksa (space debris) pada ketinggian 20 hingga 200 kilometer menggunakan teknologi radar pasif berbasis Lime-SDR.

Dalam forum COSPAR 2026 yang dihadiri ribuan periset dunia, Indonesia juga menjajaki kolaborasi strategis dengan lembaga riset terkemuka seperti Korean VLBI Network (Korea Selatan) dan Square Kilometre Array Observatory (Inggris). Dengan rekam jejak pengembangan satelit nasional yang konsisten, Indonesia kini diproyeksikan berpeluang besar untuk menjadi tuan rumah Simposium COSPAR pada tahun 2031 mendatang.