Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara) dilaporkan tengah menyiapkan langkah strategis dengan mengalokasikan dana investasi sebesar US$2,5 miliar atau setara Rp44,75 triliun. Investasi jumbo ini ditujukan untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) bersama JBS Group, korporasi raksasa pengolahan daging asal Brasil.

Kerja sama berskala internasional ini dirancang untuk membuka akses langsung bagi Indonesia ke dalam rantai pasok protein global. Melalui jaringan bisnis JBS yang telah mapan di Australia dan Selandia Baru, Indonesia diharapkan dapat mengamankan pasokan daging berkualitas guna memenuhi kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat.

Kendati kemitraan ini menawarkan peluang besar dalam peta dagang global, tantangan nyata kini berada di pundak pemerintah. Danantara dituntut untuk memastikan bahwa arus modal yang sangat besar ini tidak sekadar menjadi investasi portofolio, melainkan mampu berkontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas produksi daging lokal serta menjamin ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.