Pemerintah Provinsi Bali menyatakan komitmen penuhnya dalam mendukung pelaksanaan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 yang berlangsung di Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar. Ajang internasional yang digelar pada 10–12 Juli ini mempertemukan sekitar 300 delegasi dari delapan negara untuk membangun jejaring bisnis yang berlandaskan pada nilai-nilai Dharma.
Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam acara Gala Dinner di Jaya Sabha menyampaikan apresiasi atas kepercayaan internasional yang menunjuk kembali Pulau Dewata sebagai pusat dialog ekonomi. Menurutnya, pertemuan ini merupakan sarana penting untuk memadukan potensi investasi dengan kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan Bali selama ini.
Dalam paparannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa kemajuan ekonomi Bali ke depan akan terus bersandar pada Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125). Dokumen strategis ini menjadi cetak biru dalam mengintegrasikan pelestarian budaya, pengembangan energi bersih, dan penguatan kualitas sumber daya manusia agar tetap kompetitif di kancah global tanpa kehilangan jati diri.
Founder Hindu Global Entrepreneur Network, Dato Pardip K. Kukreja Watu, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap visi pembangunan Bali. Ia menekankan bahwa di tengah tantangan global seperti degradasi lingkungan dan kesenjangan sosial, model kolaborasi bisnis yang berbasis pada spiritualitas dan nilai kemanusiaan menjadi sangat krusial bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Forum ini berhasil menarik minat investor internasional dari berbagai sektor strategis, mulai dari energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan hingga industri kesehatan dan pariwisata. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga mendorong pertukaran kapasitas pendidikan dan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.