PT Bank Muamalat Indonesia Tbk secara resmi mempererat kolaborasi strategis dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) untuk memperluas cakupan distribusi produk Logam Mulia. Kesepakatan yang ditandatangani pada Rabu (8/7) ini mengadopsi skema wholesaler, yang memungkinkan bank syariah tersebut berperan lebih aktif dalam ekosistem emas nasional.
Kemitraan ini mencakup akses penjualan emas fisik melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat serta kanal digital. Selain fokus pada transaksi perdagangan, kedua entitas sepakat untuk menjalankan program edukasi dan literasi investasi emas secara berkelanjutan kepada masyarakat luas.
Direktur Bank Muamalat, Ricky Rikardo Mulyadi, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan respons atas meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen pelindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global. Emas dinilai sebagai aset strategis dalam perencanaan keuangan jangka panjang, mulai dari biaya pendidikan hingga dana haji.
Pertumbuhan produk pembiayaan emas Bank Muamalat, yang dikenal dengan nama Solusi Emas Hijrah, tercatat sangat progresif. Hingga akhir Juni 2026, nilai outstanding pembiayaan emas menyentuh angka Rp1,9 triliun, atau meroket 537 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Data perseroan menunjukkan total booking emas nasabah telah melampaui 1,2 ton, dengan kontribusi produk Logam Mulia ANTAM mencapai 54 persen dari total keseluruhan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bank Muamalat dalam industri keuangan syariah sekaligus memberikan akses yang lebih mudah bagi nasabah untuk berinvestasi secara aman dan sesuai prinsip syariah.