Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta yang didampingi oleh sejumlah peraih Nobel di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan kerja sama global di bidang riset, inovasi teknologi, konservasi lingkungan, serta pengembangan kapasitas peneliti tanah air.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan para tokoh penerima penghargaan prestisius tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia. Menurutnya, keberagaman latar belakang keilmuan para peraih Nobel, mulai dari fisika hingga biologi, dapat memperkaya ekosistem riset nasional melalui transfer pengetahuan yang intensif.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk segera mengeksekusi kerja sama ini. Kehadiran para ilmuwan kelas dunia ini diharapkan tidak hanya menginspirasi generasi muda, tetapi juga menjadi pilar penting dalam memperkokoh talenta riset dalam negeri.

Salah satu implementasi nyata yang telah berjalan adalah kemitraan BRIN dengan Susumu Kitagawa, peraih Nobel asal Jepang. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pembangunan laboratorium pendamping (sister lab) di Indonesia guna mengembangkan teknologi Metal-Organic Framework (MOF) untuk pemanfaatan gas alam bertekanan rendah.

Selain sektor teknologi, aspek kelestarian alam turut menjadi agenda pembahasan penting. Menyusul kunjungan para peraih Nobel ke kawasan konservasi di Lampung, Presiden Prabowo menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memperketat perlindungan terhadap keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna endemik Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara memaparkan sejumlah program prioritas nasional seperti ketahanan pangan dan Program Makan Bergizi Gratis. Di sisi lain, menanggapi letak geografis Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire, pemerintah mendorong BRIN untuk melahirkan inovasi mutakhir di bidang mitigasi bencana, termasuk kelanjutan pengembangan proyek rumah modular tahan gempa.