LEMBANG - Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, melakukan kunjungan resmi ke Observatorium Bosscha milik Institut Teknologi Bandung (ITB) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kunjungan strategis ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral di bidang sains, meninjau fasilitas observasi modern, serta mengapresiasi pelestarian instrumen astronomi bersejarah.

Dalam lawatan tersebut, Dominic Jermey didampingi oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta serta British Council Indonesia. Rombongan disambut hangat oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Aep Patah, Ph.D., Kepala Observatorium Bosscha, Dr. Hesti Retno Tri Wulandari, beserta jajaran astronom senior ITB lainnya.

Delegasi mengawali peninjauan di fasilitas Very Long Baseline Interferometry Global Observing System (VGOS). Fasilitas observasi radio mutakhir ini dikembangkan melalui kemitraan internasional antara ITB dan Shanghai Astronomical Observatory. Keberadaan teknologi ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif Bosscha dalam memperkuat jaringan pengamatan antariksa global.

Selain melihat teknologi modern, rombongan juga diajak menelusuri sejarah panjang observatorium tertua di Indonesia ini. Kepala Observatorium Bosscha, Dr. Hesti, memaparkan bahwa pada masa awal berdirinya, Bosscha merupakan satu dari sedikit observatorium di belahan bumi selatan. Keunikan posisi geografis ini menjadikan data observasi dari Lembang sangat krusial bagi perkembangan ilmu astronomi dunia.

Kunjungan berlanjut ke Gedung Koepel untuk melihat langsung Teleskop Refraktor Ganda Zeiss yang ikonik. Meskipun hampir berusia satu abad, teleskop tersebut tetap berfungsi optimal berkat perawatan konsisten dan modernisasi komponen tanpa merusak nilai sejarahnya. Hal ini menunjukkan kapabilitas Indonesia dalam merawat instrumen sains bernilai tinggi.

Agenda kunjungan ini juga membuka ruang diskusi terkait kelanjutan kolaborasi riset antara Bosscha dan berbagai lembaga ilmiah di Inggris. Hubungan baik ini sebelumnya telah terjalin lewat pendanaan Newton Fund dan proyek preservasi arsip astronomi bersama British Library. Pihak ITB berharap kunjungan ini dapat memperkuat rekognisi internasional terhadap riset astronomi tanah air.